Ramalan Jodoh, dalam budaya kita terutama dalam tradisi masyarakat Jawa, percaya bahwa kecocokan atau nasib kehidupan rumah tangga ditentukan oleh weton kelahiran masing-masing pasangan hidup, oleh sebab itu dikenal primbon ramalan jodoh dalam tradisi kita, dan merupakan salah satu primbon yang dianggap penting. Adapun cara hitungan weton jawa untuk pernikahan adalah sebagai berikut. Untuk mengetahui kecocokan antara calon mempelai, maka masing-masing hari dijumlahkan dengan wetonnya. Misalkan si lelaki lahir pada Kamis Wage, berarti 8+4=12. Jika si perempuan lahir pada Rabu Pon, maka jumlah yang didapat adalah 14 (hasil dari 7+7). Ciri-ciri, keberuntungannya, Perwatakan dan sikap Wuku Wariga alit, Wariga menurut primbon jawa adalah sesuai dengan penggambaran watak dari Batara Asmara yaitu: Dewa yang menaungi wuku Warigalit adalah Batara Asmara. Kelebihannya: umumnya yang bernaung di wuku Warigalit yang laki-laki rupawan dan yang perempuan cantik. Secara terminologi, 'jodoh' adalah pasangan yang saling membutuhkan, atau pasasangan yang sesuai, cocok, untuk saling menerima dan memberi. Pengertian 'jodoh' menurut (agama) Islam, adalah pasangan (laki-laki dan perempuan) yang "telah ditetapkan" atau "disahkan" dalam ikatan pernikahan, disebut pasangan suami-istri (pasutri) , apabila dalam Ida menegaskan, tenung jodoh ini adalah ramalan yang berkaitan dengan pertemuan. Baik yang telah terjadi, maupun pertemuan yang akan direncanakan, berdasarkan nilai urip hari kelahiran Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng.

ramalan jodoh menurut hindu