21.3.2 Kriptografi Kunci Publik Public Key Cryptography. Kriptografi kunci publik diperkenalkan oleh Whitfield Diffie dan Martin Hellman pada tahun 1976. Kriptografi kunci publik memiliki dua penggunaan utama, yakni enkripsi dan tanda tangan digital encryption and digital signatures. Dalam sistem plaintext ciphertext plaintext Universitas
Ilmumakrifat ketuhanan kunci kalimat basmallahBila selalu di terapkan di dalam kehidupanAkan membuat efek yang luar biasa#kunci_basmallah#makrifat#kasih_say
bangkitkankekuatan jati diri, dan segala niat tenaga dalam ilmu pagar badan 2 PADEPOKAN ALAS PURWO BANYUWANGI merupakan wujud apresiasi kami dalam membantu mencari jalan keluar dari problematika kehidupan secara supranatural, mulai dari permasalahan jodoh, karir, politik, masalah kesehatan, isi badan atau pagar badan, gemblengan keilmuan
kuncitertinggi rahasia ilmu Ilmu Hizib Bismillah. May 26, 2015 January 13, 2016 HIZIB. Hizib Bismillah merupakan pegangan dan dasar dan kunci ilmu langit dan bumi serta ilmu tertinggi dalam hikmah (ilmu Saefi) dari Para Nabi & Rasulullah SAW,Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan dan Abu bakar Shidiq, Para Auliya (Syaikh Abdul
Search Ilmu Khodam. TAUHIDMETAFISIK #MelihatKhodam ijazah Ilmu KHODAM MACAN Ada Anggapan sebagian orang bahwa ilmu Alhikmah itu menggunakan "Khodam" atau merupakan "Ilmu Khodam" This is Ilmu Khodam can manifest as orbs, shadows and dark Khodam setrum/spontan adalah ilmu asmak setrum untuk mengambil pencak silat seseorang dan kita ilmu kebatinan, kunci ilmu kejawen, kunci ilmu kejawen kuno
Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. KUNCI KUNCI KEKUATAN MA’RIFAT Artikel ini disalin dari Blog BERTUAH [email protected] Apakah anda jenuh, eneg, bosan dengan jutaan bentuk dari mantera, amalan, ayat dan berbagai syarat agar dapat memiliki ilmu ghaib atau ilmu kebathinan, namun kekuatan kebathinan tersebut pun tak jua hadir melapisi sendi kehidupan anda, sementara jiwa anda terus bergejolak meminta dan berharap agar dapat memiliki ilmu ilmu kebathinan tersebut..? Jika iya’, maka itu adalah pertanda bahwa saat nya anda memasuki alam ma’rifat untuk dapat memiliki ilmu ilmu kebathinan. Namun sebelum anda memulai melangkahkan kaki ke alam ilmu ma’rifat, anda sebaiknya mengenal terlebih dahulu apa itu ma’rifat dalam hakikat yang di kenal oleh diri. Tidak perlu mengenalnya dengan berbagai penjelasan penjelasan yang teramat rumit untuk di pikirkan apalagi untuk di praktek kan. Kunci kunci ma’rifat yang akan saya ijazahkan ini dapat membantu anda secara otodidak untuk mempraktek kan langsung ilmu makrifat tersebut tampa harus menempuh berbagai hal yang membuat anda jenuh, eneg dan bosan seperti yang tertulis di atas, walau tentu saja menggali sebuah ilmu tidak dapat sempurna jika hanya di handalkan pada informasi dari internet. Ma’rifat sebenarnya berasal dari bahasa asli melayu indonesia, tepatnya bahasa dari tanah melayu pulau Penyengat kepuluan Riau, dalam literatur bahasa Arab tidak di temukan satu pun kalimat suku badui arab yang berbunyi ma’rifat. Itu sebabnya beberapa kaum Arab pada masa dulu dan masa kini berkonotasi bid’ah ataupun khurafat pada ilmu pengetahuan ma’rifat, apalagi ilmu pengetahuan ghaib seperti mengamalkan berbagai ayat ayat suci untuk tujuan menghadirkan kekuatan ghaib, orang Jawa yang berbahasa kromo inggil selalu terdapat penyebutan mrifat’ yang artinya melihat. Sedangkan dalam bahasa melayu pulau penyengat kata ma’rifat berarti memandang dengan penuh keyakinan karena telah pernah melihat apa yang di pandang tersebebut atau dalam logat melayu Bintan kata ma’rifat bermakna memandang isi’ dari buah walau kulit nya belum di kupas. Jadi memandang dalam persepsi bahasa melayu sangat berbeda dengan melihat, sebab melihat tidak membutuhkan pembayangan /visualisasi, sedangkan memandang sangat dominan peran pembayangan. Nah kunci pertama untuk mengusai ilmu ma’rifat ialah menstimulasikan ke dalam pikiran dan jiwa bahwa ma’rifat adalah seni kebathinan membayangkan sesuatu bukan melihat sesuatu. Kunci berikutnya adalah memulai memasuki langkah langkah penting dari ma’rifat tersebut. Bagaimana langkah kongkrit nya..? Saya andaikan…., anda hendak mengambil garam di rumah tetangga dengan kekuatan ma’rifat. Apakah ini mungkin dapat di lakukan..? Tentu saja mungkin. Namun sebelum anda dapat melakukannya, anda harus memenuhi dahulu beberapa syarat wajibnya ma’rifat. Pertama jika anda hendak mengambil garam di rumah tetangga, anda harus datang dulu ke rumah tetangga tersebut, anda masuk ke rumahnya, melihat arah dapur lalu melihat serta posisi garam tersebut di letak kan di bagian mana di dapur tetangga tersebut. Setelah semua ini pernah anda lihat maka baru lah dengan kekuatan ma’rifat anda dapat menggerak kan garam tersebut dari jarak jauh baik menggenggamnya maupun membuangnya. Sederhana nya begini, ” anda duduk di rumah anda lalu anda memulai ilmu ma’rifat anda dengan membayangkan rumah tetangga tersebut, lalu anda masuk ke dalam rumahnya dan pergi ke arah dapur lalu karena anda telah tau di mana garam itu di letak kan barulah dengan kekuatan ma’rifat anda garam itu dapat anda ambil, pada tahap awal mungkin yang baru dapat anda ambil adalah zat asin dari garam tersebut sehingga saat tetangga anda memasak garam tersebut, seberapa banyak pun di campurkan dalam masakan namun masakan tetap saja terasa hambar, namun secara perlahan namun pasti kelak anda pasti dapat menggambil garam itu melalui jarak jauh…kok bisa..? Mari kita lihat bagaimana bangsa jin, hantu dan makhluk halus lainnya seperti tuyul menggunakan ilmu ma’rifat..,perlu anda ketahui bahwa dari milyaran bahkan triliunan bangsa jin, tidak semua dapat menggerakkan benda kasar, hanya 20% saja dari bangsa jin itu yang mampu menggerak kan atau bersentuhan secara zahir dengan benda kasar / benda nyata, penyebabnya ialah..untuk dapat menggerak kan benda kasar, bangsa jin harus benar benar ahli dalam ilmu ma’rifat yaitu ilmu memandang dengan penuh keyakinan dan syarat utama nya ialah, benda yang akan di gerak oleh bangsa jin itu harus pernah dia lihat bentuk asal mula jadi nya dan posisi nya, jadi dengan membayangkan benda tersebut khususnya bentuk asal mula jadi benda tersebut barulah bangsa jin dapat menggerak kan benda tersebut dari alam yang sangat jauh yaitu alam halus ke alam kasar, maka oleh itu jika anda pernah bertemu dengan bangsa jin yang mampu merekondisikan / merubah / menggerak kan benda nyata di alam bumi ini maka dapat di pastikan bahwa jin tersebut ilmu nya sudah sangat tinggi. Kunci ma’rifat berikutnya ialah…..anda harus mengetahui rupa asal mula jadi dari benda yang akan anda jadikan target ma’rifat, jadi sederhana nya..anda akan lebih mudah mengendalikan target jika anda tau rupa asal mula jadi dari target tersebut, saya beri contoh anda akan menguasai ilmu kekebalan dengan kekuatan ma’rifat, anda harus membayangkan terlebih dahulu bentuk asal mula jadi dari segala besi, setelah bentuk nya dapat anda ketahui maka bentuk itu lah anda bayangkan melapisi sekalian tubuh anda bahkan anda telah penuh memandang tubuh anda di lapisi oleh rupa sebenarnya besi, nah jika sudah begini maka ilmu kekebalan anda dapat di uji coba kapan saja dan dimana saja, pasti sempurna, dulu ada seorang guru yang bercerita bahwa tanda tanda semua ilmu kekebalan itu menyatu atau sempurna di badan kita ialah kita akan bermimpi tubuh kita di lapisi oleh semacam baju / pakaian dari besi, jika sudah pernah bermimpi begini maka pasti ilmu kekebalannya dapat di katakan sempurna, selain dari tanda tanda begitu maka jangan coba coba untuk berani menyakini bahwa anda memiliki ilmu kekebalan, sebenarnya menurut saya bukan mimpi itu pertanda nya tetapi sesiapa yang pernah bermimpi tubuhnya di lapisi baju atau pakaian dari besi maka rupa dari pakaian besi itu lah yang harus di ingat betul betul, lalu saat akan di lakukan uji coba maka rupa dari pakaian besi itu lah yang di ma’rifatkan ke tubuh nya kembali atau ke benda apapun, maka pasti sesuai dengan kehendak dan aturan alam..ilmu kebalnya dapat di uji coba dan terbukti…jadi kunci nya berada dapat memandang bentuk asal dari rupa benda yang di makrifatkan, itu sebabnya dalam ilmu PUTUS MAKRIFAT NUR MUHAMMAD, anda harus dapat melihat rupa asli anda dalam mimpi yang bercahaya, kelak rupa asli tubuh anda yang bercahaya itu lah yang akan anda ma’rifatkan dalam penggunaan ILMU NUR MUHAMMAD, ingat lah ilmu ma’rifat adalah ilmu memandang rupa asli dari sesuatu yang di ma’rifatkan, diri anda yang bercahaya di dalam mimpi itu adalah rupa asli dari NUR MUHAMMAD anda. Sekarang mari kita ke tahap yang lebih tinggi, agar ilmu kekuatan bathin yang anda miliki atau amalkan insyaallah masyaallah akan lebih tinggi dan bermarwah pula….saya mengerti pembaca adalah orang orang yang ahli zikir, kuat berzikir, kuat tirakatan, namun dalam ilmu ma’rifat hal hal semacam itu sering di katakan sebagai bacaan hampa / tawar / kosong’, penyebabnya ialah…anda termasuk saya dulu nya, tidak memandang apa isi dari zikir tersebut, bagaimana bentuk rupa dari mantera, ayat atau pun ucapan ucapan yang kita zikir kan tersebut, sehingga zikir yang kita lakukan seperti orang yang hendak mengambil garam di rumah tetangga namun kita tidak tau di mana letak garam tersebut…saya sederhana kan begini, andaikan anda membaca bismillahirrahmaa nirrahim, bentuk seadanya saat ini ya seperti yang tertulis di dalam alquran, namun tau kah anda rupa asal mula jadi nya bismillahirrahmaa nirrahim tersebut, seperti sebongkah roti yang hendak anda makan, rupa roti saat anda makan itu bukanlah rupa asli nya, itu sudah rupa rekontruksi atau rupa yang terbentuk atas berbagai perubahan, dari tepung yang kental, kenyal lalu di bentuk lah berbagai bentuk terbaru…jadi jika anda ber ma’rifat kepada ayat bismillahirrahmaa nirrahim agar mendapatkan kekuatan ghaib dari bacaan tersebut, anda harus mengetahui dan memandang dengan punuh keyakinan rupa asli dari ayat bismillahirrahmaa nirrahim tersebut, begitu juga jika anda menjadikan Sholawat Nabi sebagai pemicu membangkitkan kekuatan ghaib, jika anda seorang pengamal ilmu makrifat, insyaallah masyaallah anda dapat membangkitkan kekuatan ghaib hanya dengan memandang rupa asli dari Sholawat Nabi tersebut…perlu juga di ketahui sesungguhnya segala sesuatu itu ada asal mula jadi nya asbabun nuzul dan pada asal mula jadi nya itu lah terdapat rupa semula jadi sesuatu tersebut. Nah di dalam ilmu ma’rifat, sangat penting mencari tau tentunya dengan berguru rupa semula jadi atau rupa asal dari sesuatu tersebut,..apa yang anda lihat saat ini tentu bukanlah apa yang sebenarnya anda lihat, sebab melihat adalah salah satu indera yang sangat terbatas berbeda dengan indera memandang, anda tidak dapat melihat alam kubur dengan indera melihat namun dengan indera memandang / ma’rifat maka alam kubur terlihat jelas…coba anda melihat saat anda sholat, apa yang dapat indera penglihatan anda lihat, selain hanya tunggang tunggit lalu komat kamit begitu saja…namun berbeda halnya jika anda ber ma’rifat dalam sholat..anda akan dapat melihat rupa sebenarnya yang sholat tersebut, anda akan melihat begitu luasnya dan panjangnya perjalanan dari hidup itu melalui sholat, itu sebabnya ada beberapa orang di muka bumi ini yang mampu sholat diatas air, mampu sholat di dalam air, mampu membengkok kan sebilah besi baja, mampu memukul benda lain dari jarak jauh, mampu membuat pencuri kelepek klepek meminta maaf, mampu melaksanakan pelet, pengasihan, menarik benda benda dari alam ghaib seperti emas intan dan pusaka pusaka lainnya, semua itu percaya atau tidak, sadar atau pun tidur…mereka adalah orang orang yang telah mampu melaksanakan ilmu ma’rifatnya dengan mengetahui rupa asli dari benda benda tersebut…saya beri contoh ilmu ma’rifat yang paling mudah dan paling cepat reaksi ghaibnya..anda tidak perlu membaca mantera mantera, ayat, tirakat puasa nglowong dan lain sebagainya, namun hal ini saya khususkan hanya untuk orang yang sudah berkeluarga saja,…saat istri anda marah atau lari dari rumah, pasti anda akan mencari bantuan bantuan dengan berbagai macam ragam doa doa kan..? sebenarnya dengan ilmu ma’rifat anda akan lebih mudah membuat istri anda kembali baik kepada anda cara nya ialah dengan mema’rifatkan rupa aslinya di muka bumi ini, anda suami nya pasti sudah pernah melihat segala bentuk rupa tubuh istri anda, ingat jangan ma’rifatkan nama dan bentuk baru nya yang berpakaian lengkap tersebut,….anda pejamkan mata, pandangi tubuh asli istri anda tampa tertutup oleh apapun keadaan, anda pandangi segala rupa tubuhnya bahkan dimana tanda lahir di tubuh istri anda pun anda ketahui, pandangi secara vulgar, tidak ada satupun yang tertutup, setelah itu masukan diri anda ke dalam tubuh istri anda, dalam beberapa detik istri anda pasti kliyengan merindu kepada anda, hal ini tentu tak akan dapat di ma’rifatkan oleh yang bukan istri walau pun mungkin mereka pernah berzina namun pasti yang terlihat saat berzina tersebut bukanlah rupa asli dari si wanita atau masih ada yang di tutupi. Kunci kunci ma’rifat berikutnya yang lebih khusus ialah….jika anda hendak memanggil istri anda yang lari atau meleraikan masalah suami istri yang tengah terjadi dengan kekuatan ilmu ma’rifat, anda harus melihat terlebih dahulu rupa asli nya wanita, dalam ilmu ma’rifat khusus…sang guru akan memperkenalkan bentuk atau rupa asli nya istri Nabi Adam itu yaitu Siti Hawa, adakah praktisi pengasihan atau pun pelet yang mengetahui rupa asli nya Siti hawa..? Apakah wanita yang hidup saat ini duplex / serupa dengan Siti Hawa yang menjadi asal rupa dari wanita, dalam ilmu pengasihan ma’rifat rupa asal mula jadi dari wanita ini wajib di lihat, sehingga saat menyalurkan ilmu pengasihan, ilmu pelet atau pelerai suami istri…anda cukup memandang rupa asal wanita tersebut saja dengan pandangan ma’rifat…nah kunci kunci makrifat yang cukup pentingnya yang harus di kuasai oleh praktisi ilmu ma’rifat ialah, memandang rupa asal mula jadi nya tanah, air, api dan angin…sebab boleh di katakan 99% segala kekuatan ghaib dan kebathinan sumber wasilahnya dari ke empat unsur ini, apakah tanah yang ada saat ini rupa asli nya seperti saat ini, apakah rupa asal mula jadi nya air seperti rupa air saat ini apakah air di surga rupa nya seperti air di bumi ini, apakah tanah yang nanti menumbuhkan tumbuh tumbuhan yang manis di surga akan seperti tanah di bumi ini..? dalam ilmu ma’rifat insyaallah masyaallah rupa rupa asal mula jadi benda benda di surga ini wajib di ketahui, sehingga saat akan membangkitkan kekuatan ghaib tanah maka yang di pandang dengan ma’rifat adalah rupa tanah yang asal mula, begitu juga dengan yang lainnya. Ada hal yang sangat penting menurut saya dalam mengamalkan kekuatan ma’rifat ini yaitu, mengenal rupa asalnya kalimat “ALLAH” beberapa orang orang pengamal ilmu hikmah kerap menyampaikan sebaik baiknya manfaat saat berzikir kalimat ALLAH ini ialah dengan membayangkan lafaz ALLAH, setelah saya amalkan ternyata sangat benar, manfaat, khasiat dan energy yang tercipta dengan membayangkan lafaz ALLAH saat berzikir jauh lebih besar dari hanya berzikir dengan kalimat kalimat saja, ini baru membayangkan lafaz ALLAH nya belum dengan membayangkan rupa asli dari lafaz ALLAH tersebut, lafaz ALLAH itu ada isi nya, isi nya itu lah asal mula dari lafaz tersebut..sebenarnya yang tunduk sekalian alam ini ialah pada isi dari lafaz ALLAH tersebut bukan pada tulisan lafaz nya, sebab tulisan pun tentu terbentu dari berbagai rekontruksi perubahan perubahan namun bentuk asli nya sampai kiamat tidak akan berubah, laksana akan mengambil garam jarak jauh di rumah tetangga, kita tidak akan pernah dapat mengambilnya jika kita tidak pernah melihat secara langsung posisi dapur dan dimana garam itu di tempatkan..jadi kelak dalam penggunaan zikir ALLAH ini lah rupa aslinya kita gunakan, jika di letak kan sebagai dinding maka dinding itu lah yang menjadi pembatas pencuri, begal, orang zolim dan lain sebagainya menyentuh tubuh kita, jika saat anda melempar dengan kekuatan ma’rifat rupa asal lafaz ALLAH ini maka rupa asalnya itu lah melempar, lemparlah musuh musuh anda dengan makrifat isi atau rupa asal mula jadi lafaz ALLAH tersebut, maka hanya dengan memandang maka terlemparlah musuh musuh anda tersebut jauh lebih jauh dari pada terlempar oleh sekedar wirid, ucapan atau lafaz…. Anda mau melatih kekuatan ma’rifat anda…berikut saya berikan latihan sederhana dan dapat di lakukan oleh segala usia,…anda pernah makan buah buahan yang ada biji nya, jika pernah pilih lah salah satu dari buah tersebut yang telah pernah anda lihat isi nya, letak kan buah tersebut di hadapan anda, lalu pejamkan mata anda…niatkan dengan niat “aku memandang dengan pandangan ma’rifat” lalu dalam keadaan mata terpejam pandangi lah buah yang di hadapan anda…pandangi pertama dahulu bentuk nya, harus betul betul sesuai dengan bentuk zahir nya…lalu pandangi kulit dan warna nya, juga harus betul betul sesuai dengan kulit dan warna nya…kini pandangi lebih dalam biji dari buah tersebut,…pandangi sampai betul betul anda melihat biji nya, agar lebih kuat daya ma’rifat anda, ucapakan dengan hati “aku memandang dengan pandangan ma’rifat”setelah terlihat jelas dalam pandangan ma’rifat…pukul pukul biji buah tersebut sampai anda puas, setelah itu buka mata anda lalu buka buah tersebut dan lihat lah biji nya, anda akan terkejut dengan bentuk bijinya yang menghitam atau seperti membusuk”. Lalu bagaimana dengan ikhtiar wirid, zikir, tirakat, riyadhoh, puasa puasa khusus untuk mengamalkan sebuah keilmuan kebathinan..? apakah ini tiada artinya atau ada korelasinya..?semua ikhtiar itu tentu ada korelasinya, tidak sama sekali sia sia walau kadang sebagaian besar memang lebih banyak tersia sia karena berbagai cobaan yang tak dapat di lalui seperti sangat sulit untuk istiqomah dan lain sebagainya, dalam ilmu ma’rifat..semua ikhtiar itu hanyalah transportasi atau alat untuk anda dapat melihat isi atau rupa dari segala sesuatu yang bersipat ilmu tersebut, sebagai contoh…anda akan mengambil garam di rumah tetangga dari jarak jauh, anda harus berjalan dahulu datang bertamu ke rumah tetangga tersebut, anda harus masuk dan melihat lihat sekeliling dapur tetangga tersebut, nah usaha bergerak yang anda lakukan ini lah sinonim dari ikhtiar wirid, zikir dan tirakatan tersebut, itu pun tidak menjamin 100% anda akan berhasil dengan satu jalan wirid, zikir dan tirakatan tersebut…bisa saja anda telah datang ke rumah tetangga ini namun dia lagi tidak di rumah, maka tentu saja anda tidak akan dapat melihat dapur nya…namun bagi seseorang yang langsung di beri tau oleh kawan, keluarga ataupun guru nya bentuk dari ruangan dapur dan dimana garam tetangga tersebut di letak kan, tentu lah tidak membutuhkan lagi iktiar berjalan atau bertamu ke rumah tetangga tersebut, sebagai contoh lain…anda di beri tau oleh guru anda rupa asal sebenarnya ”besi” tentu anda tidak perlu lagi mesti susah susah menulis ayat 81 surat an nahl pada jimat atau ikat pinggang anda, kunci nya berarti pada guru anda,…namun carilah guru yang benar benar sudah pernah berkunjung ke alam besi semula jadi tersebut, paling tidak pernah memiliki besi tue semula jadi sehingga secara facta sang guru betul betul sudah pernah melihat rupa asli sebenar asli nya segala besi….begitu lah sebagian kecil dari kunci kunci makrifat yang perlu anda pelajari di alam dunia ini, karena keterbatasan waktu dan ruang, apalagi di ruang internet yang pasti di baca secara umum tentu saja tidak semua hal dapat di sampaikan, paling tidak sedikit sedikit menjadi bukit akan lebih baik dari pada tumpukan gunung yang memuncak seketika….lalu bagaimana membangkitkan kekuatan diri dengan ilmu ma’rifat..? insyaallah akan di lanjutkan pada lain masa…. Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Rahasia huruf yang terkandung dalam Alquran, secara tegas Rasulullah tidak pernah menjelaskan rahasia ini. Hanya saja beliau mengisyaratkan bahwa di dalam Alquran itu jika diringkas, inti Alquran itu adanya dalam surat Al Fatihah sehingga disebut ummul qur’an, … kemudian oleh ulama sufi di kembangkan menjadi suatu ilmu dalam mencari hakikat huruf atau firman …. Mungkin cara yang ditempuh oleh para guru-guru sufi sering kali membuat bingung pengamat, sehingga mereka dianggap orang yang mengada-ada dalam beragama. Sebenarnya tidaklah demikian, … saya sendiri bukanlah penganut faham ajaran para sufi tentang rahasia huruf yang mereka kemukakan. Akan tetapi saya hanyalah orang yang mencoba mengerti methode yang di sampaikan sebagai pendekatan ilmu, … agar sang murid mudah memahami dalam arti hakikat. Bagi saya hal itu sah saja, karena di dalam memberikan pengertian arti tersembunyi sangatlah sulit, sehingga mereka mempunyai cara yang indah untuk memudahkan dalam memberikan arti rahasia ketuhanan dengan sederhana. Hal ini saya ungkapkan agar para pengamat tidaklah mencurigai ajaran para sufi ini. Mari kita fahami rahasia huruf ini dengan pengertian kita sekarang…. Huruf adalah sebuah rumus yang pada mulanya tidak memiliki arti apa-apa, … kemudian tersusun menjadi sebuah kata dan susunan kata menjadi sebuah kalimat dari kalimat terkandung sebuah pengertian, … dan pengertian itu bukanlah sebuah kalimat !! Kalau kita perhatikan sebelum ada kesepakatan manusia mengenai rumusan huruf, huruf adalah sebuah artikulasi yang timbul dari dorongan udara yang terhalang oleh pita suara pada tenggorokan, sehingga menghasilkan bunyi … kata ADUH !! AU !! bukan sebuah kalimat tetapi mengandung sebuah pengertian menunjukkan rasa sakit atau terkejut. Seandainya rumus-rumus itu tidak ada maka huruf, kata, kalimat pun tidak ada, … akan tetapi walaupun rumus-rumus huruf tidak ada, namun hakikat pengertian dalam diri manusia tetap ada. Anda akan menemukan bahasa yang sama pada diri manusia seluruh dunia yaitu bahasa jiwa, yang tidak berhuruf, tidak bersuara, tidak bergambar. Maka benarlah jika demikian bahwa Alqur’an itu awalnya adalah bahasa wahyu bahasa Allah laa shautun wala harfun tidak berupa suara dan bukan berupa huruf yang di-translate kedalam bahasa manusia yaitu bahasa Arab !! Pada saat itu Rasulullah hanya mengerti dengan jelas apa yang telah turun kedalam jiwanya. Bahasa Allah itu berupa ilham / wahyu, menurut kamus bahasa Arab dalam Munzid, ilham itu berarti memasukkan pengertian kedalam jiwa orang itu dengan cepat. Dikehendaki dengan cepat, ialah dituangkan sesuatu pengetahuan-pengetahuan ke dalam jiwa dalam sekaligus dengan tidak lebih dahulu timbul fikiran dan muqadimat-muqadimatnya, … seperti binatang lebah, ketika menerima wahyu dari Allah, binatang itu tidak mengenal huruf, akan tetapi mereka mampu menangkap ajaran Allah ketika Allah menginstruksi-kan membuat rumah-rumahnya yang indah dan tersusun rapi dan cerdas ! Pengertian itu tidak terdiri dari rangkaian huruf atau suara. seperti perasaan CINTA dan Perasaan RINDU dan perasaan ini tidak ada tertulis huruf C-I-N-T-A, … walaupun anda tidak menggunakan rangkaian huruf dan suara mengapa anda memahami rindu dan cinta itu, … akhirnya anda menterjemahkan kedalam bahasa manusia menjadi aku rindu, aku cinta …. Keadaan ini sangat jelas dan tidak bisa bercampur dengan perasaan lainnya. Cinta itu sangat jelas tempatnya bahkan anda mampu menceritakan dengan bahasa yang lugas. Inilah rahasia firman Allah yang akan diungkapkan oleh ulama sufi dalam bahasa yang indah dan dimengerti oleh murid-muridnya. Selanjutnya setelah anda mengerti akan uraian saya diatas maka marilah kita membahas maksud pertanyaan saudara mengenai rahasia huruf dalam Alqur’an. Alquran mengandung 6666 ayat, terhimpun dalam AL FATIHAH dan Al fatihah pula terhimpun dalam BISMILLAHIRRAHMAN NIRRAHIM dan bismillahirrahman nirrahim terhimpun dalam Alif, sedangkan ALIF terhimpun dalam BA’ dan pada Ba’ terhimpun pada titiknya. Pada titik inilah awal mula semua kejadian bentuk huruf…. Hampir mudah sekarang kita memahami maksud rumusan diatas, karena kita tahu bahwa Al qur’an itu adalah firman Allah mengandung seluruh perintah dan larangannya, tata hukum dan sejarah bangsa-bangsa manusia, … pada seluruh rangkaian firman sebanyak 30 juz itu ternyata terangkum dalam ummul qur’an Al fatihah. Pada ummul qur’an menyimpulkan inti ajaran Alquran Tentang masalah ketuhanan yaitu sifat af’al dan Dzat Allah…Dialah Allah yang memiliki sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang Tidak ada yang berhak menyandang pujian kecuali Dia Dia lah tempat segalanya bergantung Karena Dia adalah penguasa alam semesta Kepada-Nya manusia memohon pertolongan dan petunjuk Demikianlah kesimpulan maksud ummul Qur’an, yaitu berserah dan menerima Allah serta bersandar kepada yang Maha menguasai alam dan diri manusia. Berarti dari rangkaian ayat-ayat dalam Al fatihah adalah tertumpu pada huruf ba’ dalam tata bahasa Arab sebagai ba’ sababiyah, artinya semua yang ada berasal dari huruf ba’ dengan sebab ismi nama. Kalau di pisah bi- ismi- Allah bismillah semua yang ada karena sebab adanya Asma, pada Asma terdapat yang memiliki Asma yaitu Dzat, ini terangkum dalam arti titik, karena titik baru bersifat Kun jadilah maka terjadilah segala sesuatu. Karena kun-Nya yang dilambangkan dengan titik, merupakan asal dari segala coretan huruf berasal dari titik-titik yang beraturan menjadi garis, garis menjadi bentuk atau wujud. Sedangkan dzat tidak berupa titik karena titik masih merupakan sifat dari pada DZAT !! artinya Kun Allah bukanlah DZAT, karena Kun kalam / wahyu adalah sifat dari pada Dzat, bukan Dzat itu sendiri, … sehingga arti titik adalah akhir dari segala ciptaan, pada titik ini terkandung ide-ide yang akan tergores suatu bentuk dan pada wilayah inilah yang dimaksud para kaum sufi sebagai Nur Muhammad cahaya terpuji, karena segala sesuatu akan memuja dan mengikuti kehendak Dzat, dan Dzat berkata melalui Kun-Nya, maka jadilah semuanya. Hal ini juga terurai dalam filsafat yang menunjukkan arti hidup, diurai dalam makna yang berbeda, akan tetapi mempunyai kandungan pengertian yang hampir mirip dengan uraian saya diatas. Seorang guru besar mengajarkan kepada anaknya hal berikut Ambilkan aku buah pohon itu disana itu Sang murid menjawab, Ini dia yang mulia ….Belah dua-lah terbelah, yang mulia Apakah yang kamu lihat ?Saya melihat biji yang amat kecil Belah dua-lah salah satu dari padanya Dia sudah terbelah, yang mulia Apakah yang kamu lihat didalamnya ? Tidak ada sesuatu apapun, yang mulia Sang guru berkata Yang halus ialah unsur hidup Yang tak tampak olehmu Dari yang halus itulah sebenar yang ada Yang dari padanya sekalian ini terjadi Itulah hakikat yang sejati, Itulah hidup Itulah kamu …… Dari sebuah biji, terangkum ide-ide yang akan terjadi, … nanti akan ada sebuah akar yang menjulur, daun-daun yang hijau, batang yang kokoh serta buahnya yang ranum. Dan itu terangkum dalam sesuatu yang tak terlihat, yaitu hakikat hidup Syekh An Nafiri menguraikan masalah huruf ini dalam kitab Raaitullah Aku telah Melihat Allah. Beliau dalam pembahasan masalah hakikat juga menggunakan huruf’ sebagai lambang segala sesuatu tercipta untuk mengungkapkan bahwa dzat itu bukanlah sebuah apa yang bisa digambarkan, sebab segala sesuatu yang masih bisa digambarkan disebut dengan huruf. Huruf dirangkai menjadi perkataan, dari perkataan menjadi pendapatan, pendapatan bersama dengan perkataan akan menjadikan bilangan. Pendapatan disatukan dengan bilangan perkataan, dan bilangan perkataaan disatukan dengan bilangan pendapatan menimbulkan kekuatan magis, dan atas dasar hukum peringatan hal yang demikian adalah masuk dalam kekufuran. Hukum bilangan kata adalah hukum bantah-membantah sengketa yang satu berlawanan dengan yang lain, hal mana membawa kepada kepiluan dan kecemasan, hal yang demikian adalah kemustahilan belaka dan menjadikan ketegangan dan keguncangan. Asma nama-nama dan sifat-sifat dan Af’al perbuatan-perbuatan adalah hijab belaka atas Dzat ilahiat. Karena sesungguhnya Dzat ilahiat itu tidak dapat menerima pembatas. Dzat ilahiyat itu berada pada tingkat ketinggian, sedangkan pelepasan penanggalan tajrid dan Asma dan Ilahiyat adalah urut-urutan yang menurun. Asma dengan Dzat Asmanya berdiri tanpa perbuatan Kesimpulan dari semua keterangan diatas adalah Para sufi ingin memudahkan dalam pencaharian Tuhannya melalui firman dan ciptaannya….Secara berurutan terurai sebagai berikut …Alam adalah firman Allah yang tak tertulis ayat-ayat kauniyah, dan Alqur’an adalah ayat-ayat kauliyah …Semua alam semesta tergelar atas Asma Allah bismillah Asma terkandung kehendak …Kehendak terkandung dalam sifat…Sifat terkandung dalam Af’al. Af’al terkandung pada Dzat Semua itu adalah hijab, karena asma, sifat, af’al bukanlah dzat itu sendiri … itulah yang dimaksud para sufi bahwa segala yang tergambarkan adalah HURUF, dan merupakan hijab, … dan Dzat berada dibalik TITIK … dzat tidak bisa digambarkan oleh sesuatu, … untuk mengetahui Dzat Allah harus menyingkirkan huruf dan titik, karena itu adalah hijab !! Demikian semoga Allah membuka hati kita amin
Dikutip dari Kitab Kimyatusy Sya’adah – Al Ghazali Mengenal diri itu adalah “Anak Kunci” untuk Mengenal Alloh. Hadis ada mengatakan MAN ARAFA NAFSAHU FAQAD ARAFA RABBAHU Siapa yang kenal kenal dirinya akan Mengenal Alloh Firman Alloh Taala Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup bagi kamu bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? QS. 4153 Tidak ada hal yang melebihi diri sendiri. Jika anda tidak kenal diri sendiri, bagaimana anda hendak tahu hal-hal yang lain? Yang dimaksudkan dengan Mengenal Diri itu bukanlah mengenal bentuk lahir anda, tubuh, muka, kaki, tangan dan lain-lain anggota anda itu. karena mengenal semua hal itu tidak akan membawa kita mengenal Alloh. Dan bukan pula mengenal perilaku dalam diri anda yaitu bila anda lapar anda makan, bila dahaga anda minum, bila marah anda memukul dan sebagainya. Jika anda bermaksud demikian, maka binatang itu sama juga dengan anda. Yang dimaksudkan sebenarnya mengenal diri itu ialah Apakah yang ada dalam diri anda itu? Dari mana anda datang? Kemana anda pergi? Apakah tujuan anda berada dalam dunia fana ini? Apakah sebenarnya bagian dan apakah sebenarnya derita? Sebagian daripada sifat-sifat anda adalah bercorak kebinatangan. Sebagian pula bersifat Iblis dan sebagian pula bersifat Malaikat. Anda hendaklah tahu sifat yang mana perlu ada, dan yang tidak perlu. Jika anda tidak tahu, maka tidaklah anda tahu di mana letaknya kebahagiaan anda itu. Kerja binatang ialah makan, tidur dan berkelahi. Jika anda hendak jadi binatang, buatlah itu saja. Iblis dan syaitan itu sibuk hendak menyesatkan manusia, pandai menipu dan berpura-pura. Kalau anda hendak menurut mereka itu, lakukan sebagaimana kerja-kerja mereka itu. Malaikat sibuk dengan memikir dan memandang Keindahan Ilahi. Mereka bebas dari sifat-sifat kebinatangan. Jika anda ingin bersifat dengan sifat KeMalaikatan, maka berusahalah menuju asal anda itu agar dapat anda mengenali dan menuju pada Alloh Yang Maha Tinggi dan bebas dari belenggu hawa nafsu. Sebaiknya hendaklah anda tahu kenapa anda dilengkapi dengan sifat-sifat kebintangan itu. A dakah sifat-sifat kebinatangan itu akan menaklukkan anda atau adakah anda menakluki mereka?. Dan dalam perjalanan anda ke atas martabat yang tinggi itu, anda akan gunakan mereka sebagai tunggangan dan sebagai senjata. Langkah pertama untuk mengenal diri ialah mengenal bahwa anda itu terdiri dari bentuk yang zhohir, yaitu tubuh ; dan hal yang batin yaitu hati atau Ruh . Yang dimaksudkan dengan “HATI” itu bukanlah daging yang terletak dalam sebelah kiri tubuh. Yang dimaksudkan dengan “HATI” itu ialah satu hal yang dapat menggunakan semua kekuatan, yang lain itu hanyalah sebagai alat dan kaki tangannya saja. Pada hakikat hati itu bukan termasuk dalam bidang Alam NyataAlam Ijsam tetapi adalah termasuk dalam Alam Ghaib. Ia datang ke Alam Nyata ini ibarat pengembara yang melawat negeri asing untuk tujuan berniaga dan akhirnya kembali akan kembali juga ke negeri asalnya. Mengenal hal seperti inilah dan sifat-sifat itulah yang menjadi “Anak Kunci” untuk mengenal Alloh. Sedikit ide tentang hakikat Hati atau Ruh ini bolehlah didapati dengan memejamkan mata dan melupakan segala hal yang lain kecuali diri sendiri. Dengan cara ini, dia akan dapat melihat tabiat atau keadaan “diri yang tidak terbatas itu”. Meninjau lebih dalam tentang Ruh itu adalah dilarang oleh hukum. Dalam Al-Quran ada diterang, Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. Bani Israil85 Demikianlah sepanjang yang diketahui tentang Ruh itu dan ia adalah mutiara yang tidak bisa dibagi-bagi atau dipecah-pecahkan dan ia termasuk dalam “Alam Amar/perintah”. Ia bukanlah tanpa permulaan. Ia ada permulaan dan diciptakan oleh Alloh. Pengetahuan falsafah yang tepat mengenai Ruh ini bukanlah permulaan yang harus ada dalam perjalanan Agama, tetapi adalah hasil dari disiplin diri dan berpegang teguh dalam jalan itu, seperti tersebut di dalam Al-Quran Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. Al-Ankabut69 Untuk menjalankan perjuangan Keruhanian ini, bagi upaya pengenalan kepada diri dan Tuhan, maka Tubuh itu bolehlah diibaratkan sebagai sebuah Kerajaan, Ruh itu ibarat Raja. Pelbagai indera senses dan daya fakulti itu ibarat satu pasukan tentara. Aqal itu bisa diibaratkan sebagai Perdana Menteri. Perasaan itu ibarat Pemungut pajak, perasaan itu terus ingin merampas dan merampok. Marah itu ibarat Pegawai Polisi, marah sentiasa cenderung kepada kekasaran dan kekerasan. Perasaan dan marah ini perlu ditundukkan di bawah perintah Raja. Bukan dibunuh atau dimusnahkan karena mereka ada tugas yang perlu mereka jalankan, tetapi jika perasaan dan marah menguasai Aqal, maka tentulah Ruh akan hancur. Ruh yang membiarkan kekuatan bawah menguasai kekuatan atas adalah ibarat orang orang yang menyerahkan malaikat kepada kekuasaan Anjing atau menyerahkan seorang Muslim ke tangan orang Kafir yang zalim. Orang yang menumbuh dan memelihara sifat-sifat iblis atau binatang atau Malaikat akan menghasilkan ciri-ciri atau watak yang sepadan dengannya yaitu iblis atau binatang atau Malaikat itu. Dan semua sifat-sifat atau ciri-ciri ini akan nampak dengan bentuk-bentuk yang jelas di Hari Pengadilan. Orang yang menurut hawa nafsu nampak seperti babi, Orang yang garang dan ganas seperti anjing dan serigala, Orang yang suci seperti Malaikat. Tujuan disiplin akhlak moral ialah untuk membersihkan Hati dari karat-karat hawa nafsu dan amarah, sehingga ia jadi seperti cermin yang bersih yang akan memantulkan Cahaya Alloh Subhanahuwa Taala. Mungkin ada orang bertanya, “Jika seorang itu telah dijadikan dengan mempunyai sifat-sifat binatang, Iblis dan juga Malaikat, bagaimanakah kita hendak tahu yang sifat-sifat Malaikat itu adalah sifatnya yang hakiki dan yang lain-lain itu hanya sementara dan bukan sengaja?” Jawabannya ialah mutiara atau inti sesuatu makhluk itu ialah dalam sifat-sifat yang paling tinggi yang ada padanya dan khusus baginya. Misalnya keledai dan kuda adalah dua jenis binatang pembawa barang-barang, tetapi kuda itu dianggap lebih tinggi darjatnya dari keledai karena kuda itu digunakan untuk peperangan. Jika ia tidak boleh digunakan dalam peperangan, maka turunlah ke bawah derajatnya kepada derajat binatang pembawa barang-barang. saja. Begitu juga dengan manusia; daya yang paling tinggi padanya ialah ia bisa berfikir yaitu Aqal. Dengan pikiran itu dia bisa memikirkan hal-hal Ketuhanan. Jika daya berfikir ini yang meliputi dirinya, maka bila ia mati bercerai nyawa dari tubuh , ia akan meninggalkan di belakang semua kecenderungan pada hawa nafsu dan marah, dan layak duduk bersama dengan Malaikat. Jika berkenaan dengan sifat-sifat Kebinatangan, maka manusia itu lebih rendah tarafnya dari binatang, tetapi Aqal menjadikan manusia itu lebih tinggi tarafnya, karena Al-Quran ada menerangkan bahwa, Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk kepentingan mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang keesaan Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. Luqman20 Jika sifat-sifat yang rendah itu menguasai manusia, maka setelah mati, ia akan memandang terhadap keduniaan dan merindukan keindahan di dunia saja. Ruh manusia yang berakal itu penuh dengan kekuasaan dan pengetahuan yang sangat menakjubkan. Dengan Ruh Yang Berakal itu manusia dapat menguasai segala cabang ilmu dan Sains. Dapat mengembara dari bumi ke langit dan balik semula ke bumi dalam sekejap mata. Dapat memetakan langit dan mengukur jarak antara Ruh itu juga manusia dapat menangkap ikan ikan dari laut dan burung-burung dari binatang-binatang untuk tunduk kepadanya seperti gajah, unta dan kuda. Lima indera pancaindera manusia itu adalah ibarat lima buah pintu terbuka menghadap ke Alam Nyata Alam Syahadah ini. Lebih ajaib dari itu lagi ialah Hati. Hatinya itu adalah sebuah pintu yang terbuka menghadap ke Alam Arwah Ruh-ruh yang ghaib. Dalam keadaan tidur, apabila pintu-pintu dunia tertutup, pintu Hati ini terbuka dan manusia menerima berita atau kesan-kesan dari Alam Ghaib dan kadang-kadang membayangkan hal-hal yang akan datang. Maka hatinya adalah ibarat cermin yang memantulkan bayangan apa yang tergambar di Luh Mahfuz. Tetapi meskipun dalam tidur, pikiran tentang hal-hal keduniaan akan menggelapkan cermin ini. maka gambaran yang diterimanya tidaklah terang. Setelah lepasnya nyawa dengan tubuh mati, Pikiran-pikiran tersebut hilang sirna dan segala sesuatu terlihatlah dalam keadaan yang sebenarnya. Firman Alloh dalam Al-Quran Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari hal ini, maka Kami singkapkan dari padamu tutup yang menutupi matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. Qaaf22.
“العلم السري من وراء المعجزات” بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم اللهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنا مُحَمَّدِ الوَصْفِ وَالْوَحْي وَاٌلرِّسالَةِ وَالْحِكْمَةِ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيماً “العلم السري من وراء المعجزات” The Secret Science Behind Miracles كتاب قرأته شتاء عام 1992. ولقد قدَّم مؤلف هذا الكتاب تفسيرات لظواهر خارقة للعادة حدثت في الجزر البولينيزية، وذلك استناداً إلى قوانين العلم الذي بين أيدينا. ولقد حاول المؤلف أن ينزع عن هذه الظواهر ما تتصف به من خرق للعادة، وذلك بإيضاح أن لا موجب هناك لمشاركة السكان المحليين اعتقادهم بكون هذه الظواهر هي حقاً خارقة للعادة طالما كان بالإمكان تقديم تعليل لها يعتمد ما تسنى لعقل الإنسان أن يحيط به من قوانين الوجود. وبذلك يكون هذا الكتاب إسهامةً تصب في خانة الجهود التي تنزع إلى مقاربة ما يُظَن أنه ظواهر خارقة، وبما يتكفل بتبديد ما يخالطها من ظنون وأوهام مفادها أن هناك شيئاً ما بخصوصها يتحدى العقل والمنطق وما استقر عليه الوجود. وهذه النزعة يطلق عليها مصطلح “إزالة الغموض” Demystification. ولقد عززت طروحات هذا الكتاب من اعتقادي بأن العلم ما نشأ إلا محاولةً أراد بها عقل الإنسان أن يقارب معجزات الأنبياء عليهم السلام مقاربةً تنزع عنها “إعجازيتها”، وذلك بتقديمه ما يتكفل بتفسيرها وبما لا يستدعي ضرورة القول بأن هناك إلهاً ينبغي الإقرار بأنه العلة من وراء حدوثها. فالعلم عندي لم يكن ليوجد لولا هذه المعجزات التي استفزته، وإلى الحد الذي جعلت منه يسارع إلى تقديم كل ما من شأنه أن يجعل من المعجزات ظواهر بإمكانه محاكاتها وتقليدها والإتيان بمثلها. وإذا كانت معجزات الأنبياء عليهم السلام هي ما تسبَّب في ظهور العلم محاولةً لعقل الإنسان ليحاكي ويقلِّد ما جاء به الأنبياء من غريب الظواهر وعجيبها، فإن الفلسفة ما كان لها أن تنشأ لولا ما جاءت به رسالات الأنبياء عليهم السلام من تصويرٍ للوجود يطالَب الإنسان بمقتضاه بأن يؤمن بما هو ليس بواقعي وبما لا قدرةَ للواقع على تقديم البرهان عليه. فالفلسفة نشأت لتقدم “البديل العقلاني” لكل ما جاء به الدين الإلهي من “اللامعقول” متمثلاً بوجوب القول بأن هناك إلهاً واحداً هو الله، وأن هناك غيباً وآخرة. وبذلك يتبيَّن لنا ما كان للدين من قدرةٍ على استفزاز عقل الإنسان برسالته الغيبية ومعجزاته، وإلى الحد الذي جعل هذا العقل ينتج الفلسفة والعلم ردَّ فعلٍ على هذا الاستفزاز. واليوم، وبعد آلافٍ من السنين على نشأة العلم والفلسفة عن الدين، لا يبدو أن الفلسفة المعاصرة والعلم المعاصر قد نجحا فيما أخفقت فيه علوم وفلسفات الأقدمين، وذلك طالما لم يزل الدين الإلهي بمقدوره أن يُعجزهما فلا يكون بمقدورهما مناجزته وذلك بأن تقدم الفلسفة المعاصرة ما يعلل لما هو عليه الإنسان من تناشزٍ مع الطبيعة وشذوذ عنها وخروج على قوانينها، وبأن يقدِّم العلم المعاصر العلاج الكفيل بشفاء الإنسان من تداعيات هذا التناقض مع الطبيعة، ناهيك عن استحالة أن يكون بمقدور هذا العلم أن يتعامل مع الوجه المعاصر لمعجزات الأنبياء عليهم السلام متمثلاً بكرامات الأولياء، وبما يتكفَّل بتفسيرها وفق نظرياته والقدرة على محاكاتها والإتيان بأمثالها. وبذلك يبقى الدين الإلهي صامداً في وجه محاولات عقل الإنسان لتفنيد رسالته وللبرهان على انتفاء كون هذه الرسالة هي حقاً من الله تعالى.
RAHASIA ILMU MAKRIFAT KESIMPULAN HATI Pertama Hati Yang Beriman Lawannya Kafir Kedua Sum’ah Lawannya Bid’ah Ketiga Hati Yang Taat Lawannya Maksiat Dan HATI inilah tempat NIAT yang menentukan SAH SOLAT atau lain lain pekerjaan. KEDUDUKAN NIAT Bahawa NIAT itu tempatnya di HATI, tidak berhuruf dan bersuara sebagai letaknya harus melaksanakan - QASAD menunjukkan ZAT akan SIFATNYA kepada yang disifatkan TAKRID menentukan ZAT akan SISATNYA dan kepada yang disifatkan. TA’AYUN sabenar2nya AKU menyatakan DIRI AKU dalam TAUHID Takbiratul Ihram Aku kepada Sifat yang disifatkan. Maka karamlah DIRI dalam lautan tidak bertepi itu nescaya SOLAT bukan lagi ENGKAU / AKU tetapi AKU ZAT yang melahirkan Kerja Aku dalam rupaku yakni SifatKu yang nyata dalam kelakuan hambaKu. Engkau tiada UPAYA dan KEKUATAN untuk melakukan solat itu malahan engkau lakukan atas Kurniaan & Rahmat Aku semata-mata. Kenapa engkau merasa ada kewujudan dalam hidup ini sedangkan WUJUD itu adalah Aku semata-mata ? Yang mengerjakan kelakuanmu itu Aku atas Kudrat & IradatKu. Yang menentukan waktu pun Aku, Aku punya Ilmu. Tanpa itu engkau tiada hambaku. Aku sengaja menyatakan DIRIKU padamu dan Aku memuji DiriKu diatas lidahmu wahai hambaku. Jangan sekali-kali ada rasa didalam hatimu bahawa engkau mempunyai kemampuan untuk memujiKu . Ketahuilah bahawa engkau adalah hambaKu yang FAKIR berhak menerima PemberianKu. TIANG SOLAT HADIR HATI yakni menghadap Allah dan membuangkan segala yang GHAYR yang lain selain Allah didalam solat KHUSU’ / TETAP HATI didalam solat yakni tidak merayau –rayau fikiran kemana mana. SEMPURNA bacaan FATIHAH SAH SOLAT Sah solat kerana SAH WUDHU’ Sah Wudhu kerana Sah ISTINJA Istinja itu membersihakan anggota badan dari berupa bentuk najis besar mahupun kecil. KESEMPURNAAN ISLAM Nota oleh Fakir – S = Soalan , J = Jawapan S Yang dikatakan ISLAM berapa kesempurnaannya ? J Tiga Perkara - Diikrarkan dengan lidah Ditashdiqkan dalam hati Dikerjakan dengan anggota S Berapa tandakah yang dikatakan sesaorang itu Islam ? J Empat perkara - Merendahkan diri keHadrat Allah dan sesama islam Suci lidah dari memakan dan meminum benda haram Suci lidah dari dusta dan mengumpat Suci badan daripada Hadath Besar S Yang dikatakan Islam berapa syarat pakaiannya ? J Empat perkara - Sabar akan Hukum Allah SWT Ridha akan Qadha Allah SWT Menyerahkan Diri kepada Allah dengan tulus ikhlas Mengikut Firman Allah dan Hadith Nabi. S Apakah yang membinasakan Islam ? J Empat perkara - Berbuat sesuatu amalan yang tiada dasar dari Islam itu sendiri Mencela orang berbuat baik & meringankan Hukum Allah SWT Diketahui tetapi tidak dibuat Tiada tahu tetapi malas bertanya Adapun Makrifat yang mesti diketahui itu ialah 20 Perkara terbahagi kepada 5 Bahagian……. BAHAGIAN PERTAMA - Hendaklah diketahui 4 perkara yakni - Pertama Allah sabelum bernama Allah apa NamaNya ? Kedua Muhammad sebelum bernama Muhammad apa namanya ? Ketiga sebelum hari yang tujuh itu apa namanya ? Keempat sebelum Waktu Yang Lima itu apa namanya waktu itu ? BAHAGIAN KEDUA Hendaklah juga kamu ketahui 4 perkara lagi. Pertama 40 hari hendak mati Kedua 7 hari hendak mati Ketiga 3 harihendak mati Keempat 24 jam sebelum mati. BAHAGIAN KETIGA Lagi 4 perkara yang perlu kamu ketahui Pertama hendaklah KENAL DIRI kamu Kedua hendaklah kenal NYAWA kamu Ketiga hendaklah kenal PENGHULU kamu Keempat hendaklah kenal TUHAN kamu BAHAGIAN KEEMPAT Hendaklah ketahui akan ZIKIR PENYERAHAN NYAWA kepada Allah . Ada 4 perkara juga. Pertama Serahkan dengan ZIKIR AF’AL yakni La Ilaha Illallah Kedua serahkan dengan ZIKIR ASMA’ yakni Allah Allah Allah Ketiga serahkan dengan ZIKIR SIFAT yakni Hu Hu Hu Keempat serahkan dengan ZIKIR ZAT yakni Ah Ah Ah BAHAGIAN KELIMA Hendaklah ketahui berkenaan RUH juga 4 perkara Pertama RUH JASMANI yaitu TUBUH kita yakni DIRI TERJALLI Kedua RUH RUHANI yaitu HATI kita yakni DIRI TERPERI Ketiga RUH IDHAFI yaitu NYAWA kita yakni DIRI YANG TERPERI Keempat RUH AL-QUDDUS yaitu RAHSIA kita yakni DIRI YANG WUJUD. MUHAMMAD………….. Adapun nama MUHAMMAD itu jadi TUBUH pada kita. Tubuh kepada Muhammad jadi NYAWA pada kita Hati kepada Muhammad jadi NYAWA kepada kita Nyawa kepada Muhammad jadi RAHSIA kepada kita. TUBUH…………….. Adapun yang bernama TUBUH itu PERBUATAN yang datang daripada HATI. Perbuatan Hati datang daripada Nyawa Perbuatan Nyawa datang daripada Rahsia Perbuatan Rahsia datang daripada AF’AL ALLAH. FUAD……………. Adapun yang bernama MATA itu ialah untuk MELIHAT dan orang yang melihat itu tempatnya pada MATA HATI pada JANTUNG. Didalam jantung ada FUAD Didalam Fuan ada CAHAYA Didalam Cahaya ada RAHSIA Didalam Rahsia itu adalah saperti Firman Allah SWT yang berbunyi - Al Insanu Sirri…Wa Ana Sirruhu Insan itu adalah rahsiaKu dan Akulah rahsianya. KENAPA NAMA MUHAMMAD ? Rahsia Muhammad Adapun sebab Nabi Muhammad itu bernama Muhammad kerana Kehendak Allah. Sekalian Keseluruhan / Semuanya Alam ini terjadi kerana Muhammad saperti dinyatakan didalam Hadith Qudsi - Sekalian jadi daripadamu Ya Muhammad dan engkau jadi daripada AKU Sabda Baginda Rasul - Aku jadi kerana Allah dan sekalian alam jadi kerana aku. RAHSIA MUHAMMAD Mim Ha Mim Dal KETERANGAN HURUM MIM AWAL MUHAMMAD MIM AWAL Pertama menunjukkan ZAT hambanya berdiri solat Kedua Tempat Makrifat tatkala Qiam Ketiga Zikir Bagi Zat yaitu ZIKIR RAHSIA Keempat tatkala itu Tuhan bernama AHDIAH Kelima semasa itu Tuhan Semata-mata . Belim ada terjadi apa apa akan masa itu bernama AH… Alif Ha KETERANGAN HURUM HA MUHAMMAD HA Artinya SIFAT HAMBA yakni RUKUK dalam solat Tempat HAKIKAT yaitu Rukuk Zikir bagi Sifat yakni Nyawa Tatkala itu Tuhan bernama WAHDAH KETERANGAN HURUM MIM KEDUA MUHAMMAD MIM KEDUA Artinya ASMA’ HAMBA yaitu SUJUD dalam solat Tempat TARIQAT tatkala Sujud Tatkala itu Tuhan bernama WAHADIAH Tatkala itu Tuhan TAJALLI sabenar-benarnya meliputi NUR MUHAMMAD. Masa itu Tuhan bernama ALLAH SWT KETERANGAN HURUM DAL MUHAMMAD DAL AF’AL HAMBA yaitu DUDUK dalam solat Tempat SYARIAT yaitu tatkala dalam Duduk Zikir bagi Af’al yaitu TUBUH La Ilaha Illallah Tatkala itu Tuhan ibarat LA Lam Alif Tatkala itu bercampur RAHSIA dengan NYAWA dan ANASIR ADAM Alif Dal Mim KEJADIAN DIRI. Adapun kejadian DIRI itu terkandung dalam 20 perkara dibagi kepada 4 bahagia Bagian Pertama 1 Jenis ZAT Diri Wujud Rahsia Kita Alam Lahut Ruh Al-Quddus 2 Jenis SIFAT Diri Terdiri Nyawa Kita Wujud Mutlak Ruh Idhafi Alam Jabarut 3 Jenis ASMA’ Diri Terperi Hati kita Wujud Alam Ruh Ruhani Tubuh halus 4 Jenis AF’AL Diri Tajalli Jasmani Wujud Idhafi Tubuh Yang Zahir Bahagian Kedua 1 Wujud Wujud mutlak – Wujud Hakiki – Wujud Idhafi Wujud Tajalli 2 Ilmu Ilmu Hakiki – Ilmu Maklumat – Ilmu Fikir – Ilmu Ma’dom Al-Asma’ 3 Nur Nur AlHadi – Nurul quddus – Nur hadi – Nur Al-bayan 4 Suhud Suhud Al-Ain – Suhud Khadafi – Khaliq Al-Asmat Suhud Taufil Bahagian Ketiga 1 Angin Angin Niat –Angin Padtar – Angin Sarsa – Angin Serul 2 Api Al-Hayat – Al-Muja – Sajin 3 Air Maal Hayat – Maal Kus – Maal Zam Zam – Maal Hain 4 Tanah Tanah Firdaus – Tanah Tiin – Arbail baasir – Tiin Siipaab Bahagian Keempat 1 Di Jadi Ruh Masripah – Tubuh – Af’al 2 Wadi Jadi Tulang – Tariqat – Hati – Asma’ 3 Mani Jadi urat – Haqiqat – Nyawa – Sifat 4 Ma’nikam Jadi Nyawa – Makrifat – Rahsia – Zat Bahagian Kelima 1 LA Laf Alif Ucapan bagi Tubuh menjaga kulit dan bulu Qalbi kepada Baitullah 2 ILAHA Alif Lam Ha Ucaoan bagi Hati penjaga daging dan darah Qalbi kepada Baitulmakmur 3 ILLA Alif Lam Alif Ucapan bagi Nyawa penjaga urat dan tulang Qalbi kepada Arasy 4 Allah Alif lam Lam Ha Ucapan kepada Rahsia penjaga urat dan sumsum Qalbi kepada Allah KEJADIAN BENIH HU QALBI itu RABBI terdiri Aku didalam Sifat Nafsiah Aku dikandung dalam Wujud Allah La Ilaha Illallah Muhammadur Rasullullah Fi Kul Lil Maha Tiin Wa Naf Sin Aa Da Da Maa Wa Si A-Hu Il Mullah Adapun asal kejadian BENIH manusia daripada MA’NIKAM daripada Syurga, dirupakan Allah SWT turun kepada HU GHAIB rupa Allah jadi Ma’nikam rupa gilang gemilang hingga tujuh petala langit dan tujuh petala bumi kemudian manikam itu jatuh kepada ubun ubun bapa 100 hari kemudian manikam itu jatuh kejantung bapa 40 hari kemudian manikam itu jatuh ke Hati Nurani Cahaya Haq 7 hari kemudian Manikam itu jatuh TA’AYUN HATI berupa air 3 hari kemudian manikam itu MERTABAT ZAT pada pinggang bapa 24 jam kemudian Manikam itu jatuh kerahim ibu dengan rupa huruf ALIF kemudian Manikam itu kepada ALAM RUH berkumpul saperti biji . Itulah sebab ia bernama Manikam kemudian manikam bersifat ia bernama ALAM MITHAL. Ini yang bernama saperti Firman Allah al insanu sirri wa ana sirruhu kemudian ia menilik dirinya terlalu indah, lalu lupa kepada dirinya bila bercampur dengan darah ibunya. Maka hilanglah rupa itu dan bernama pula ia ALAM AJSAM yakni Alam Kasar. Kemudian bila sampai janji, keluarlah ia dari kandungan ibunya dan hilanglah rupa yang dilihat maka menangis ia sebab suara inilah bernama ALAM INSAN. BILA AKHIR HAYAT Bila akhir hayat kita dapati BERDENYUT-DENYUT PUSAT saperti asap serta kita mendengar ucapan - ALASTU BI RAB BIKUM – AH Alif Ha ANA MA – KAA NA BII MAA KAA NA MASA KAA NA. Maka jawablah - YA ANA LA ILA HA ILLALLAH – 3 kali Kemudian nampak cahaya KEBESARAN ALLAH maka kita zikir ALLAH – 3 kali Kemudian kita nampak KALIMAH ALLAH maka kita zikir HU – 3 kali Kemudian kita dengar UCAPAN TUHAN ANA ALLAH LA ILA HA ILLALLAH ANA….serta terus kita memandang akan KEBESARAN ALLAH maka kita zikir AH – AH- AH Alif Ha . Maka tamatlah riwayat kita. Ruh kembali ke Rahmatullah. Hasanul Khatimah. ALHAMDU ….. Alif – Lam – Ha – Mim – Dal ALIF Huruf ALIF itu WAKTU SUBUH. Nabi Adam cahayanya putih. Malikatnya Jibrael Ruhani. Sahabatnya Abu Bakar & Fatimah Keluar dari huruf ALIF itu DUA RAKAAT kerana TAJALLI Tuhan dua mertabat yakni MERTABAT ZAT atau AHDIAH dan Mertabat SIFAT atau WAHDAH. Istananya dibawah susu kiri . Keluar cahaya pada dahi. Kenyataan pada kita ialah MULUT & LIDAH LAM Huruf LAM itu waktu ZUHUR. Nabi IBRAHIM cahayanya Kuning. Malaikatnya MAKRIBUN. Keluar dari huruf Lam itu empat rakaat kerana TAJALLI Tuhan WUJUD – ILMU – NUR – SUHUD. Istananya pada HATI di lambung susu kiri yaitu RUH MAZIFAH. Kenyataan pada kita ialah HIDUNG & MATA HA Huruf HA ini waktu ASAR. Nabinya Nabi Yunus Cahayanya Hijau Kuning. Malikaynya MIKAIL. Sahabatnya pula ialah Omar. Keluar dari huruf HA ini empat rakaat yakni API – AIR – ANGIn – TANAH. Istanayna pada LIMPA – Nafsu Jasmani. Kenyataan pada kita ialah BAHU & DADA. MIM Huruf MIM itu waktunya MAGHRIB . nabinya ialah Nabi MUSA. Cahayanya MERAH HITAM. Malikatnya ISHDAH & WAHIDIAH. Istananya PARU – PARU Nafsunya Nafsu Haiwan. Kenyataan pada kita ialah MATA Cahayanya DAL Huruf DAL itu waktu ISYA’ Nabinya Nabi NUH. Cahayanya HIJAU HITAM. Malikatnya IZRAFIL. Sahabatnya ALI. Keluar dari huruf DAL itu 4 rakaat kerana Tajalli Tuhan DI – WADI – MANI – MA’NIKAM. Istananya HEMPEDU dari bawah lidah hingga keteklinga. Kenyataan pada kita ialah TAPAK KAKI. TEMPAT ZIKIR PADA TUBUH ZIKIR QALBI Dua jari bawah susu kiri = QALBI = HATI ZIKIR RUH Dua jari bawah susu kanan = RUH = NYAWA ZIKIR SIRR Dua jari bawah susu kiri = SIRR = RAHSIA ZIKIR KHOFI Dua jari atas susu kanan = KHOFI = TERSEMBUNYI ZIKIR AKHFA Ditengah dada = AKHFA = TERLEBIH SEMBUNYI ZIKIR NAFAS Antara 2 kening meliputi sekalian kepala ZIKIR KHALIAH Di ubun ubun meliputi sekalian jasad 20 SIFAT DI DALAM DIRI 1 WUJUD Badan Insan SIFATKU mula jadi menanggung didalam dunia 2 QIDAM RUH JASMANI kulitku mula jadi meliputi sekalian alam 3 BAQA’ RUHANI dagingku mula jadi menanggung RAHSIA didalam DIRI 4 MUKHALAFATUHU LIL HAWADITH RUH NIBATI darahku mula menjadi meliputi Alam Sendiri 5 BINAFSIHI RUH INSAN nafasku mula jadi berjalan ucapan didalam DIRI 6 WAHDANIAT RUH RABBANI hatiku asal mula jadi TAHU didalam DIRI 7 KUDRAT RUH QUDUS urat putihku yang tidak berdarah berjalan setiap dalam DIRI-ku 8 IRADAT RUH KAHFI tulangku asal mula jadi menguatkan Alam Sendiri 9 ILMU RUH IDHAFI benihku asal mula jadi YANG NYATA didalam CERMIN HAQ 10 HAYAT RUH NURANI uratku yang meliputi didalam tubuh aku yang hidup alam sendiri. 11 SAMA’ BESI KURSANI pendengaranku asal semula jadi 12 BASAR PANCARAN MA’NIKAM kalam aku berkata-kata dengan sendiri 13 KALAM RUH MA’NIKAM menzahirkan perkataan didalam dunia 14 QADIRUN WUJUD MA’NIKAM tali Ruhku KUNHI ZAT dengan Sifatku 15 MURIDUN ILMU ALLAH badanku asal mula jadi KALIMAH didalam diriku 16 ALIMUN DARJAT ALLAH kebesaranku asal mula jadi duduk didalam otak yang putih 17 HAIYUN Amalan terlebih suci ialah amalan Kalimah Aku asal mula jadi alam diriku 18 SAMIUN Bersama ZAT & SIFAT WAHDAH didalam Kalimah iman diriku 19 BASIRUN RAHSIA NYAWA dengan BADANWAHIDAH bersamalah Zat dengan badan tidak bercerai dunia akhirat 20 MUTAKALLIMUN Ghaib didalam Ka’bah Ghaib aku didalam Ka’bah Kaca Arasy yang putih titik didalam Kalimah. AWALUDDIN MAKRIFATULLAH Permulaan agama mestilah MENGENAL ALLAH. Firman allah - Ya Muhammad kenalkanlah DIRI kamu sebelum kamu Mengenal Aku dan sebenar-benar kenal Diri kamu ialah Engakau Kenal Aku Allah juga Berfirman - Ya Muhammad Aku jadikan baharu alam ini kerana Engkau dan Aku jadikan engkau kerana Aku. Maka engkau inilah sebenar-benarnya RAHSIA AKU. Dengan ini bererti kita mesti berpegang kepada pokok kesimpulan RAHSIANYA itu yakni kita mesti betul betul kepada pengertian dan pemahaman RahsiaNya itu dengan terang dan jelas. Marilah kita renungi Firman Firman Allah saperti berikut - Aku tidak memandang kepada rupamu yang cantik…pengetahuanmu yang banyak jika kamu tidak Mengenal Aku maka sia sia sajalah amal kebajikan serta solat kamu yakni umpama debu yang berterbangan diudara ditiup angin Engkau itu Aku dan Aku itu engkau Oleh itu saudaraku sekalian kamu tuntutlah betul betul dan pelajarilah dengan sungguh sungguh serta kajilah dengan mendalam agar kamu DAPAT MENGENAL ALLAH dengan sebanar-benarnya. Mudah-mudahan Allah akan mengangkat Darjat kamu menjadi AHLI SUFI dan WALINYA. Sebanyak manapun kitab kita baca, kaji dan pelajari INTIPATI yang perlu kita dapat dan perolehi hanya EMPAT 4 PERKARA sahaja yaitu perkara yang membolehkan amal ibadah kita diterima dan diakui oleh Allah SWT. Perkara itu ialah - Pertama Mengenal Allah dengan sebenar-benar pengenalan dengan bukti yang terang dan jelas. Kedua sentiasa dalam TUBUH ALLAH dengan bukti yang terang dan jelas juga. Ketiga sentiasa mendengar SERUAN ALLAH juga dengan bukti yang jelas dan terang. Keempat Datang dari Allah kembali kepada Allah dengan pedoman yang sebenar-benarnya terang dengan bukti yang jelas. Sesungguhnya keputusan perkara perkara diatas, nampaknya senang dibaca tetapi tiap tiap satu perkara diatas bukanlah mudah diperolehi pemahaman dan pegangan keimanannya walaupun kita telah membaca mengkaji banyak buku, berguru dengan ramai guru, jika kita tidak menemui / ditemukan dengan buku buku dan guru guru yang benar benar dapat memberi petunjuk untuk pemahaman kita secra terang dan jelas. RAHSIA DI DALAM DIRI Inilah pada menyatakan bahawa didalam badan manusia itu EMPAT BAHAGI yaitu - NAFAS ANPAS TANAPAS NUPUS Sesungguhnya bagaimana rupa jasmani begitu jugalah rupa NYAWA. Manakala Nyawa itu adalah NAFAS dan TANAPAS itu saperti ANPAS. Maka keempat itu berperingkat sampai kepada NUPUS dan Nupus itu saperti rupa ZAT manakala Zat itu saperti rupa SIFAT dan Sifat itu saperti rupa ASMA’ dan Asma’ itu saperti rupa AF’AL. Dan perkara diatas diakui oleh Allah saperti FirmanNya melalui Hadith Qudsi - QA LAL LAH HU TAALA – AL INSANU SIRRI WA ANA SIRRUHI SI FATI ILLA KHAIRI LIL LAH Insan itu rahsiaKu dan Aku rahsianya. SifatKu itu Sifatnya tiada ada daripadaku melainkan Allah Taala Barangsiapa mengenal akan BADANnya ia mengenal akan NYAWAnya. Barangsiapa mengenal akan nyawanya ia akan mengenal akan SIRRnya Barangsiapa mengenal akan Sirrnya akan mengenal akan TUHANnya yang qadim adanya. Ketahuilah olehmu wahai talib – YANG KELUAR itu bernama NAFAS dan yang dinamai ANPAS itu gerak dari hidung sampai kebawah leher. Dan yang dinamai TANAPAS itu gerak dari bawah leher sampai ke hati. Yang dinamai NUPUS itu didalam Hati. Itulah HAKIKAT NYAWA. WUJUD WUJU DU KA ZAHRU WALA YUQA MU BI HI ZAHBU Barangsiapa mengadakan DUA WUJUD jadi SYIRIK ANA WUJU DA HU Ada kita dengan DIA WA NAF SUHU Ada DIA dengan sendirinya. Adapun WUJUD itu AIN ZAT artinya kenyataan kerana lafaznya dibaca itu wujud maknanya ZAT. Ini adalah kerana Wujud itu ADA. Maka yang ADA itu ZAT. Maka tiada diperoleh dengan lafaz yang lain daripada Wujud itu kerana wujudnya itu menyatakan Zatnya. Maka disebabkan itu dikatakan AIN ZAT namanya. Adapun Wujud itu artinya ADA. Apa yang dikatakan itu ada. Yang dikatakan itu ialah ZAT. Adapun Wujud ini ditilikkan pihak lafaznya SIFAT dan jika ditilik pada maananya ZAT dan apa yang dikatakan lafaz itu kerana bacaan itu Wujud ada ZAT. Inilah maananya. Adapun WUJUD DIRI SENDIRI berdiri dengan ZAT. Apa sebab dikatakan Wujud itu berdiri dengan Zat ? Sebab lafaz wujud itu ada manakala yang ADA itu ialah ZAT. PERINGATAN TENTANG SEMBAHYANG Barangsiapa menyembah NAMA TANPA MAANA bahawasanya ia KUFUR Barangsiapa menyembah MAANA TANPA NAMA bahawasanya ia MUNAFIK Barangsiapa menyembah NAMA DAN MAANA dengan HAKIKAT MAKRIFAT mereka itulah MUKMIN sabenar benarnya t Barangsiapa meninggalkan NAMA DAN MAANA bahawasanya mereka itulah ARIFBILLAH Solah Daim itu ialah solah tanpa huruf tanpa suara tanpa apa apa perbuatan. Ianya ialah kerja HAYAT atau kerja HIDUP. Yang Hidup itu ialah NURULLAH atau Nur Muhammad yakni Nyawa. PENGERTIAN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD MUSTAFFA RASULLULLAH NABI Adapun Tubuh Nabi Muhammad itu yang zahir ialah AF’AL daripada ZAT Adapun nyawa Nabi Muhammad itu SIFAT daripada ZAT ALLAH. SIFAT Adapun SIFAT itu NYAWA kepada Muhammad MUSTAFFA – Adapun hati Mustaffa itu ASMA’ daripada ZAT ALLAH. ASMA’ Adapun ASMA’ itu Nama NamaNya. AF’AL Adapun AF’AL itu Tubuh Nabi namanya AF’AL. RASULLULLAH – Adapun Rasullullah itulah SIRR daripada ZAT ALLAH SWT. ZAT Adapun ZAT itu TUHAN, Rahsia pada Nabi, Cahaya Ilmu Kalam – SIRRULLAH namanya Inilah kita bertuhan pada Allah dengan 4 syarat yakni - Pertama ZAT ALLAH itu Tuhan pada kita Kedua SIFAT ALLAH itu NYAWA pada kita Ketiga ASMA’ ALLAH itu HATI pada kita Keempat AF’AL ALLAH itu TUBUH pada kita. Dan TAJALLI Af’al Allah pada Tubuh kita dan Tajalli Asma’ Allah pada Hati kita dan Tajalli Sifat Allah pada Nyawa kita dan Tajalli Zat Allah pada Sirr kita yakni sebenar-benarnya RAHSIA kita adanya. ASAL RUKUN 13 DIDALAM SOLAT. Inilah asal Rukun 13 yang wajib diketahui dalam melakukan Solat. Adapun Rukun Solat itu datangnya daripada ALLAH – BAPA dan IBU. DATANG DARIPADA ALLAH – 5 PERKARA. 1 Niat 2 Nyawa 3 Wujud 4 Nafas 5 Af’al Yaitu didalam bentuk Merasa – Mencium – Menjamah – Melihat & Mendengar DATANG DARIPADA BAPA – 4 PERKARA 1 Tulang 2 Kuku 3 Rambut 4 Rupa DATANG DARIPADA IBU – 4 PERKARA 1 Darah 2 Daging 3 Otak 4 Lendir Terhimpun menjadi 13 . maka jadilah Rukun 13 perkara melakukan SOLAT setiap hari memulangkan sekalian HAKNYA sebagai ISI AMANAH yang dipertaruhkan kepada kita. YANG MATI – YANG HILANG – YANG TINGGAL – YANG PULANG YANG MATI itu ada 6 perkara yakni – Wujud – Anggota – Hawa – Nafsu – Gerak & Diam. YANG HILANG pula ada 4 perkara yakni Darah – Daging – Tulang & Kulit YANG TINGGAL itu ada 2 perkara yakni Iman & Taat YANG PULANG ada satu sahaja yakni NYAWA. Pulang keempunyanya keasalnya HENING – QASAD – TAQRID & TA’YUN HENING itu apa ? Adapun HENING itu tiada dapat menyerupai dengan CAHAYA yang lain. Adapun JERNIH itu apakala tertenung lantas 7 petala langit dan 7 petala bumi. Maka dalam cahaya yang HENING JERNIH itu yang terang benderang itulah CAHAYA PUTIH SIFAT saperti terlebih putih daripada kapas bersifat saperti SIFAT KITA. Ada tanda pada DAHI kita tersurat NAMA ALLAH. Inilah RUH NABI kita Maka dalam ZIKIR ALLAH syaratnya terhapus sekalian diri dengan keadaan diri kita yang kehambaan bagi RUH NABI saw yang dikatakan sebenar-benar SIFAT ALLAH NUR MUHAMMAD namanya. Dan cahaya terang benderang hening jernih itulah CAHAYA ZAT ALLAH adanya. Wallah Hu Alam. QASAD Adapun QASAD itu MENYATAKAN NIAT tiada huruf dan tiada suara. Yang ada huruf dan suara BUKAN NIAT tetapi ADOM ADAM Adapun yang sebenar-benarnya NIAT yang tiada huruf dan tiada suara itu ialah ZAT ALLAH. Inilah NIAT yang sebanar-benarnya. Asal Niat dan tempat niat pada zahirnya ialah kita yang berniat tetapi sebenarnya ialah TUHAN YANG MUTLAK yang bersifat WAJIBUL WUJUD KHALIQ AL ALAM lagi ber-Sifat KAMIL MUKAMIL. TA’RID Adapun TA’RID itu MENYATAKAN FARDHU. Yang sebenar-benarnya Fardhu itu ialah TAJALLI SIFAT ALLAH ertinya NYATA SIFAT ALLAH itu NUR MUHAMMAD AIN SABITAH pun ia juga namanya, UJUD IDHAFI dan INSAN pun ia juga. Inilah sebenar-benarnya FARDHU itu. Asal Fardhu ialah RUH NABI MUHAMMAD saw tempat Tajalli sekalian Ruh Adam itu. Sebab dikatakan ASAL FARDHU yang sebenarnya kerana sekalian nyawa itu tajalli daripada NUR MUHAMMAD saperti kata HADITH QUDSI - ANA MINALLAH HU KUL LII SHAI IIN MINAN NUR yang bermaksud Daku daripada Allah manakala segala sesuatu atau cahaya alam ini daripada cahayaku. ANA MINALLAHU WAL ANBIYA …… tidak jelas = fakir yang bermaksud - Aku daripada Allah sekalian anbia’ daripada aku. ANA MINALLAHU WAL MUKMINI NAA MIN NI Aku daripada Allah dan segala / semua mukminin daripada aku Inilah sebabnya dikatakan MUHAMMAD itu BAPA SEKALIAN RUH dan ADAM itu BAPA SEKALIAN TUBUH / JASAD. Inilah juga sebab kenapa dikatakan yang Fardhu PADA KITA ITU NYAWA. Nyawa itu PEMERENTAH BADAN. Jika tidak digerak oleh Nyawa tidak bergeraklah badan. Wallah hu Alam. TA’YUN Adapun TA’YUN itu menyatakan WAKTU Zuhur, Asar dan lain lain lima waktu itu. Adapun yang sebenarnya NYATA AF’AL ALLAH SWT pada Jasad Adam yaitu Tubuh kita ialah ALAMM RUH YANG KASAR. Itulah sebenarnya TA’YUN yakni sebenar benar NYATA. TAUHID TAKBIRATUL IHRAM TI Adapun syarat TI itu hendaklah HADIR MATA HATI SYAHADAT KE ZAT ALLAH SWT. Sebelum takbir kita NIATKAN didalam Hati yang kita MEMULANGKAN SEKALIAN PANCAINDERA yang dikurniakan kepada kita kepada Allah = fakir Niatnya ialah Tiada pendengaranku hanya ia pendengaran Zat Allah tiada penglihatanku hanya ia tiada huruf tiada suara hanya ia tiada ciukmku hanya ia tiada gerak dan diamku hanya ia. HAKIKAT ZAT AF’AL – HAKIKAT SOLAT Adapun ertinya SOLAT sebenarnya YANG MENYEMBAH ITU HAMBA, YANG DISEMBAH ITU TUHAN. Yang menyembah itu FANA’ – yang disembah itu BAQA’. Maka sihamba PULANG KEPADA ADOMNYA. Maka KEKALLAH TUHAN semata-mata pada SUHUD pandangan = fakir kita. Yang Menyembah dan Yang Disembah pun ia juga. Yang memuji = DIA Yang Dipuji pun DIA juga kerana Allah SWT Memuji DiriNya sendiri melalui lidah makhlukNya Insan Maka hamba itu tetaplah FANA’ sebab ditilik sekalian keadaan dirinya habis terpulang kepada Allah – Ilmu, hayat, Kudrat, Iradat, Sam’, Basar, Kalam . Yang ada pada dirinya adalah SIFAT ZAT ALLAH semata-mata. Adapun Tuhan itu tiada diatas, tiada dibawah, tiada dihadapan, tiada dibelakang tiada dikanan mahupun dikiri. TIADA HAMBA TIADA TUHAN YANG WUJUD HANYA ZAT ALLAH WAJIBUL WUJUD. MEMULANGKAN AMANAH. Hadith Qudsi yang bermaksud - 1 TUKARKAN CAHAYA DIRIMU KEPADA CAHAYA TUHANMU 2 MATIKAN DIRI KAMU SEBELUM KAMU MATI Adapun maksud MATIKAN itu ialah MEMULANGKAN AMANAH ALLAH yang ditanggungkan kepada kita. Amanah Allah itu ialah WUJUD KITA YANG KASAR Jasad dan Yang Menanggung Amanah itu ialah WUJUD KITA YANG BATIN yakni Nyawa dan YANG MENGAMANAHKAN itu ialah ZAT ALLAH. Adapun SYARAT Memulangkan Amanah Allah itu ialah tatkala kita mengatakan ALLAH itu tarik nafas kita dari dalam FUAD hingga sampai kealam QUDDUS. Alam itu UBUn UBUN dan makam KAB FUSAIN yaitu antara dua bulu kening. Maka kita tahankan hingga kuat sekalian alam kita merasa hapus wujud kita yang kasar kepada wujud kita yang batin – hapus wujud yang batin kepada ZAT SEMATA-MATA kepada suhud kita. Maka hapus dan karamlah sekalian SIFAT BASRIAH dalam lautan BAHRUL QADIM hingga nyata Sifat laut semata-mata yaitu Laut Alam Allah. Maka katakanlah ALLAH HU AKBAR . telah fana’ sekalian kelakuan dan diri kita maka nyatalah BAQA’ keadaan ZAT Tuhan semata-mata. Inilah dikatakan SUHUD sehingga sampai kepada SALAM. Adapun SUHUD itu ertinya PANDANG MATA HATI erti Mata Hati ialah pengetahuan Nyawa. Alam Nyawa itulah sebenar-benarnya IMAN. Inilah SIRRULLAH yaitu cahaya Alam Ilmu ZAT ALLAH yang tiada huruf tiada suara Wujud Mutlak yakni Wujud Zat Wajibul Wujud. Dengan ini Jasad kita KAMIL dengan Nyawa kita dan Nyawa Kamil Mukamil dengan ZAT ALLAH DALIL NAQLI – AYAT AL-QURAN Telah ada Aku dalam dirimu – betapa tidak kamu lihat ? SIFAT MAANI & SIFAT MAKNUYAH A DAERAH KITA MENGENAL DIRI YANG KASAR ADAM = JASAD YANG KASAR HIDUP Jasad dengan hidup Nyawa TAHU Jasad dengan tahu Nyawa BERKUASA Jasad dengan berkuasa Nyawa BERKEHENDAK Jasad dengan kehendak Nyawa MENDENGAR Jasad dengan mendengar Nyawa MELIHAT Jasad dengan melihat Nyawa BERKATA Jasad dengan berkata Nyawa B DAERAH KITA MENGENAL DIRI KITA YANG BATIN MUHAMMAD = NYAWA INSAN HIDUP Nyawa dengan HAYAT Tuhan TAHU Nyawa dengan ILMU Tuhan BERKUASA Nyawa dengan KUDRAT Tuhan MENDENGAR Nyawa dengan SAMA’ Tuhan MELIHAT Nyawa dengan BASAR Tuhan BERKEHENDAK Nyawa dengan IRADAT Tuhan BERKATA Nyawa dengan KALAM Tuhan PANDANG WUJUD YANG ESA PADA WUJUD YANG BANYAK ZIKIRNYA HU ALLAH Adapun Allah itu banyak namaNya kerana Nama Allah yang menjadikan Alam dengan limpah Sifat Sifat diatas. Oleh itu Alam ini ialah Hakikat ZAT YANG ESA. DALIL DALIL AL-QURAN WALLAH HU MUHITHU LIL ALAMIN Adapun Allah itu MELIPUTI sekalian Alam LA TATA HAR RAKU ZAR RATUN BI IZ NILLAH Tiada bergerak sesuatu walau sebesar zahrah sekalian melainkan dengan IZIn Allah WA LA HAU LA WALA QUWWA TA ILLA BILLAH Tiada DAYA UPAYA melainkan dengan KUDRAT Allah FA IN NA MA TAL WAL LAU AF SII HIM WAJ JAHULLAH Dimana kamu hadapkan wajahmu disitu Wajah Allah Barang kamu pandang pada ini hingga sampai yang menjadikan janganlah terhenti pandang kamu pada sekalian itu hingga sampai kepada yang Menjadikan yaitu ZAT WAJIBUL WUJUD Jika kamu pandang keadaan diri kamu hendaklah kamu pandang dengan HAYAT Tuhanmu. Jika kamu pandang pengetahuanmu hendaklah kamu pandang ILMU Allah. Apabila kamu pandang kuasamu hendaklah kamu pandang KUDRAT Allah. Begitulah seterusnya dengan pancaindera kamu dan Sifat Sifat MAANI Allah yang lain. Jika tidak demikian halnya sia sialah pandangan itu dan DERHAKA kamu terhadap Tuhan kamu ALLAH – NIAT – AHDAH – WAHDAH – WAHIDIAH ALLAH – Alif – Lam –Lam- Ha ALIF itu AHDIAH ZAT LA TAAYUN pun ia SIRRULLAH pun ia juga. Inilah ASAL NIAT yang tiada huruf dan tiada suara. Inilah USALLI SOLAT artinya Aku Solat Sifatnya NAFSI WUJUD Adapun ALIF itu dalil menyatakan FARDHU . Inilah maknanya ZAT mertabat INSAN dan AHADIAH. Dengan kebesaran ALIF ini maka jadilah LAM yakni dengan kebesaran dan kekayaan SIFAT ZAT ertinya ESA pada pihak TANZIL. LAM AWAL = ALIF DIATAS Adapun ALIF DI-ATAS itu dalil menyatakan SIFAT huruf ALIF diatas. Maka jadilah LAM AWAL maknanya SIFAT SEMATA-MATA mertabatnya WAHDAH yakni TA’AYUN AWAL ertinya NYATA YANG PERTAMA yakni TAJALLI SIFAT ALLAH menjadi NUR MUHAMMAD – AIN SABITAH – WUJUD IDHAFI – INSAN KAMIL pun ia juaga menanggung namaNya ALLAH. Inilah asal FARDHU yang sebenarnya yakni SIFAT MAANI. LAM AKHIR = ALIF DIBAWAH Adapun Alif Di-bawah itu dalil menyatakan ASMA’NYA. Huruf Alif dibawah menjadi LAM AKHIR maknanya ASMA’ mertabat WAHIDIAH yang bernama ALLAH yakni TA’AYUn THANI ertinya NYATA YANG KEDUA maka Tajallilah RUH ADAM dengan kebesaran , kelimpahan Ruh inilah menjadi Tubuh Adam daripada huruf Alif Di-Atas. Maka huruf ini maknanya Zat Alif Di-Atas maka jadilah LAM AWAL maknanya Sifat Alif dibawah. Maka jadilah LAM AKHIR maknanya ASMA’ ALIF didepan. Maka jadilah maknanya AFAL . Maka 4 huruf itu empat Sifat Alif Lam Lam Ha ALLAH HU AKBAR ALLAH – Alif – Lam – Lam – Ha – Empat Sifat ALIF = ZAT LAM AWAL = SIFAT LAM AKHIR = ASMA’ HA = AF’AL AKBAR – Alif – Kaf – Ba – Ra ALIF = KAHAR KAF = JAMAL BA = JALAL RA = KAMAL ALLAH = GHAIBUL GHUYUB ALIF = LA TA’AYUN = MERTABAT ZAT LAM AWAL = TA’AYUN AWAL = NUR MUHAMMAD = RUH LAM AKHIR = TA’AYUN THANI = MERTABAT ADAM = NYAWA HA = MERTABAT TUBUH = JASAD ZAT DIRI YSNG BERDIRI SENDIRI .Wujudnya di Alam LAHUT. Zikirnya AH Alif Ha AH . Ilmunya KAMAL YAKIN SIFAT DIRI DENGAN ZAT. Wujudnya Alam JABARUT. Zikirnya HU HU. Ilmunya HAQ QUL YAKIN ASMA’ DIRI YANG TERPERI. Wujudnya di Alam MALAKUT. Zikirnya ALLAH 3 x . Ilmunya – ILMU YAKIN AF’AL DIRI YANG TAJALLI. Wujudnya diAlam SAHADAH. Zikirnya LA ILA HA ILLALLAH. Ilmunya – ILMU YAKIN. Jelaslah kewujudan itu sebagai PENZAHIRAN KEBESARAN diriNya. Dengan wujud itu terzahir pula segala KEINDAHAN JAMAL Allah namanya. Lantas terzahir pulalah CAHAYANYA yang menerangi segala Keindahan itu JALAL ALLAH namanya dengan KEAGUNGAN itu sempurnalah sudah sebagai Kenyataan ALLA HU AKBAR. DARI … Manuskrip ILMU & MAKRIFAT TOK GURU PERAMU – ENTRI KEENAM BELAS 16 – TERAKHIR. HAKIKAT FATIHAH…………….Ia Menyatakan DIRI BISMILLAH………….. Menjadi ia diriNya AR-RAHMAN itu Ya Muhammad , engkau jua keadaan YA RAHIM itu. Ya Muhammad engkaulah kekasihKu. Tiada yang lain. ALHAMDULULLAH……. Ya Muhammad yang membaca Fatihah itu Aku. Yang memuji itu pun Aku. Alhamdulillah itu Ya Muhammad Solatmu ganti SolatKu tempat memuji DiriKu sendiri. RABBUL ALAMIN……………. Rabbul Alamin itu Aku Tuhan Sekalian Alam. AR RAHMAN – AR – RAHIM……….. Ya Muhammad yang membaca Ftihah itu Aku yang Memuji itu pun Aku juga. MALIKIYAU MID DIIN………….. Ya Muhammad Aku Raja Yang Maha Besar…engkaulah kerajaannya. IYYA KANA’ BUDU……………. Ya Muhammad yang solat itu Aku. Aku memuji DiriKu Sendiri.. WA IYYA KAA NAS TAA IIN…. Ya Muhammad tiada kenyataanKu jika engkau tiada… IH DI NAS SII RATAL MUSTAAQIM… Ya Muhmammad Awal dan Akhir itu Aku SIRATAL LAZI NA AN AM TA ALAI HIM.. Ya Muhammad sebab Aku sukakan engkau ialah engkau itu kekasihKu. GHAI RIL MAGHDU BI ALAI HIM.. Ya Muhammad Aku jadi Pemurah padamu kerana engkau itu kekasihKu WA LAD DHAL LIN… Ya Muhammad jika tiada Aku maka tiadalah engkau.. AMIN.. Ya Muhammad Rahsiamu itu Rahsia Aku. Yakni yang disembah itu tiada suatu juapun didalamnya melainkan Tuhanku. Maka apabila Solat ghaiblah didalamnya . Apabila ghaib ESA-lah ia dengan Tuhannya. Yang Solat itu tiada dengan lafaz dan maknanya dengan citarasa yang solat amat rapat kepada Zat Yang Esa dengan kata ALLA HU AKBAR. Maka barangsiapa masuk didalam Solat tiada SERAH Tubuh dan Nyawa-nya maka kekallah Sifat dengan Tuhannya – tiada mengesakan dirinya dengan Tuhannya. Sabda Nabi saw - Tatkala kamu Takbiratul Ihram membuangkan lafaz dan makna melainkan Wujud Mutlak NOTE Semua catatan/tulisan ini perlu di gurukan kepada ahlinya jangan paktekkan sendiri, cari guru Toriqot supaya mendapat bimbingan yang betul
rahasia kunci segala kunci ilmu makrifat